JAKARTA-Surat protes ke Appeal of Conscience Foundation (ACF) di New York atas rencana penganugerahan World Statesman 2013 kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus bermunculan, tidak hanya melalui surat khabar, tetapi juga didunia maya. Pada Jumat (17/5), sebuah petisi online kembali ramai yang digalang seorang anak kyai Nahdlatul Ulama (NU) bernama Imam Shofwan. Dia meminta “The Appeal of Conscience Foundation” (ACF) untuk menunda pemberian penghargaan “World Statesman 2013” kepada Presiden SBY, melalui petisi www.change.org/natoSBY .
Dalam suratnya, Imam mengajak netizen untuk menyimak surat protes yang ditulis oleh Profesor Franz Magnis Suseno kepada ACF. Dalam surat ini, Magnis mempertanyakan dasar penilaian dari penghargaan yang merujuk pada prestasi SBY dalam bidang toleransi beragama. “Ini sangat memalukan, memalukan untuk Anda. Hal ini mendiskreditkan segala klaim yang Anda buat sebagai sebuah institusi dengan niat-niat moral” tutur Magnis dalam suratnya.
Imam mengajak siapa saja untuk bergabung dengan memparaf dan menyebar petisinya yang bisa diakses pada www.change.org/natoSBY. “Saya minta pada ACF untuk menunda penghargaan tersebut sampai SBY bisa memperbaiki kinerjanya melindungi minoritas di Indonesia,” pinta dia.














