Kerja sama yang pendatanganannya disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, ini bertujuan meningkatkan kapasitas yang ada di beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) PGE melalui proses co-generation, yang berpotensi menambah kapasitas mencapai 230 MW.
Tahap awal kerja sama co-generation akan menambah kapasitas sebesar 45 MW, yaitu di PLTP Lahendong Binary Unit (15 MW) dan PLTP Ulubelu Binary Unit (30 MW) dengan investasi USD 165 juta.
Nota kesepahaman (MoU) antara PGEO dengan Geothermal Development Company (GDC), sebuah badan usaha milik Pemerintah Kenya. PGEO dan GDC berkolaborasi untuk menjajaki pengembangan Lapangan panas bumi Suswa.
Proyek di Kenya ini memiliki potensi kapasitas untuk dikembangkan sampai 100 MW.
Pada hari kedua IIGCE 2024 (19/9/2024), PGEO juga menandatangani sejumlah kerja sama untuk menciptakan ekosistem manufaktur, jasa, dan teknologi terdepan di industri panas bumi.
Ini sejalan dengan komitmen PGE dalam mendorong inovasi dan meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri di industri panas bumi melalui manufaktur lokal komponen utama dan juga jasa pemeliharaan, rekayasa, konstruksi, dan operasi PLTP.















