Menurutnya, jika toleransi tidak berjalan dengan baik di tengah masyarakat maka akan menimbulkan benturan yang berdampak dengan konflik horizontal.
“Tentunya jika terjadi konflik horizontal maka harga yang dibayar sangat Mahal.Sebagai anak bangsa dan warga gereja tidak mau hal itu terjadi,”ujar Gomar.
Gomar juga mengkritisi krisis identitas merasuki gereja yang tidak berbeda dengan krisis toleransi. Bahkan, krisis identitas yang terjadi harus dapat diatasi dengan baik, sehingga gereja dapat memahami peran dan fungsinya dengan baik.
Gereja, lanjutnya, ikut mengatasi krisis ekologi yang semakin akut. “Kita dapat mengeliminir krisis ekologi dengan tidak menggunakan kantong kresek plastik,”ujar Gomar













