SEMARANG-PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, (PGN) melaksanakan dimulainya proyek clusterisasi Compressed Natural Gas (CNG) Kawasan Industri Tambak Aji, Semarang. Langkah nyata ini merupakan bukti PGN kembali menjalankan perannya sebagai BUMN Gas sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah No. 37 tahun 1994. Terobosan clusterisasi CNG ini merupakan bagian dari infrastruktur gas bumi terintegrasi Jawa Tengah yang groundbreakingnya dilakukan oleh Presiden RI beberapa waktu yang lalu.
CNG Clustering adalah fasilitas CNG yang dihubungkan dengan jaringan pipa distribusi sebagai penunjang yang akan menghubungkan dengan pelanggan. Model ini merupakan terobosan PGN dalam upaya percepatan penggunaan gas bumi di Jawa Tengah.
Saat ini calon pelanggan masih mengkonsumsi energi HSD solar, kayu bakar, dan batubara. Nantinya mereka akan menggantinya dengan gas bumi yang lebih ramah lingkungan serta meningkatkan kualitas produk seperti produk F&B, olahan kayu, vulkanisir ban serta farmasi.
Rencananya, suplai penyaluran gas dengan CNG ini akan disalurkan kepada pelanggan industri di wilayah Tambak Aji serta rumah tangga di perumahan Kliwonan dan Wahyu Utomo. Pasokan CNG akan diangkut dengan truk 40 feet berkapasitas 4.000 kaki kubik. Suplai CNG akan disalurkan melalui PRS (Pressure Reducing Station) yang terhubung dengan pelanggan melalui jaringan pipa sepanjang 5.150 meter. Dengan potensi awal konversi ke gas bumi sebesar 710 ribu kaki kubik per hari yang setara lebih dari 600 kilo liter per bulan pemakaian solar, maka pelanggan dapat menghemat biaya energinya lebih dari Rp 50 Miliar per tahun. “Dalam tahap awal ini, sebelum 17 Agustus 2014 kami targetkan gas sudah dapat dinikmati di Jawa Tengah yaitu di kawasan Tambak Aji. Kami memerlukan dukungan para pihak terkait agar tujuan mulia ini dapat terealisasi tepat waktu,” ujar Edy Sukamto, Manager Area Semarang, Kamis (24/4).













