Dilihat dari histori Semarang dan Jawa Tengah, setelah era gas buatan sejak tahun 1857 sampai dengan 1994, pemanfaatan gas bumi di Jateng mengalami stagnasi. Pada masa itu, PGN mengoperasikan jaringan pipa distribusi gas warisan Belanda sepanjang 80 km dan melayani lebih dari 2.000 pelanggan rumah tangga serta beberapa pelanggan lain seperti Rumah Sakit Elisabeth, RS Dr. Karyadi, RS Telogo Rejo, RS Panti Wiloso.
Pembangunan dan pengembangan infrastruktur gas bumi di Semarang ini menjadi bukti komitmen dan upaya PGN untuk menghidupkan kembali pemanfaatan gas bumi di wilayah Semarang dan Jawa Tengah. “Sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, potensi bisnis di Semarang dan Jawa Tengah sangat positif. Melalui pemanfaatan gas bumi, industri di Jawa Tengah akan mendapatkan sumber energi yang efisien, sehingga daya saing bisnisnya dapat terus meningkat. PGN akan terus mencari solusi agar infrastruktur dan gas bumi lebih cepat dinikmati di Jawa Tengah,” tandas Heri Yusup. (ALFONS)













