Di Jayapura dan Merauke, harga beras rata-rata per bulan konsisten naik bahkan menyentuh Rp 18.000 per kilogram.
Angka ini melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), baik beras medium hingga Rp14.365/kg dan beras premium hingga Rp16.169/kg.
“Realitanya sawah berkurang dan harga beras dalam negeri terus melambung,” kata Jaya Darmawan, peneliti CELIOS, dalam diskusi media di Jakarta, pada selasa (24/09).
Target Turun Emisi Tapi Belum Setor Komitmen Global
Hingga hari ini, Indonesia belum menyerahkan Second Nationally Determined Contribution (SNDC), padahal tenggatnya berakhir pada 20 September 2025.
Menurut Nadia Hadad, Direktur Eksekutif Madani Berkelanjutan, persoalan krisis iklim tidak bisa diselesaikan dengan semata-mata solusi teknis.
“Mengapa cara pandangnya langsung lompat ke solusi teknis dan tidak menelaah akar masalah tentang pengelolaan sumber daya dan keanekaragaman hayati,” kata Nadia.
Nadia menjelaskan bahwa akar masalah krisis iklim berawal dari ketidakadilan dan ketimpangan.
Ia merujuk pada riset CELIOS pada 2024 yang menyebut kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia setara dengan kekayaan 50 juta orang Indonesia.
Dan, sebanyak 56% dari kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia bersumber dari sektor ekstraktif. “Jadi siapa yang sebenarnya menikmati hasil ekonomi ini,” katanya.














