“Posisi AFLN Indonesia sedikit menurun, sejalan dengan kebutuhan pembiayaan,” tuturnya.
Pada akhir triwulan IV 2021 lanjutnya, posisi AFLN sedikit turun sebesar 0,2% (qtq) dari 431,9 miliar dolar AS pada akhir triwulan sebelumnya menjadi 431,0 miliar dolar AS.
Dia menambahkan penurunan aset investasi lainnya bersumber dari penarikan simpanan sektor swasta domestik pada bank di luar negeri sejalan dengan kebutuhan pembiayaan aktivitas perekonomian serta penurunan cadangan devisa antara lain disebabkan oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.
Penurunan posisi AFLN lebih lanjut tertahan oleh revaluasi positif akibat peningkatan rerata indeks saham dan harga aset lainnya pada negara penempatan.
Perkembangan PII Indonesia secara keseluruhan 2021 mencatat penurunan kewajiban neto dibandingkan dengan posisi akhir tahun sebelumnya.
PII Indonesia mencatat kewajiban neto sebesar 278,6 miliar dolar AS pada 2021 (23,5% dari PDB), turun dibandingkan dengan posisi kewajiban neto pada akhir 2020 sebesar 280,0 miliar dolar AS (26,4% dari PDB).
Penurunan kewajiban neto PII tersebut didorong oleh posisi AFLN yang meningkat 26,5 miliar dolar AS (6,6% yoy) terutama dari aset investasi lainnya dan cadangan devisa, melampaui peningkatan posisi KFLN sebesar 25,1 miliar dolar AS (3,7% yoy) utamanya dari kewajiban investasi langsung dan investasi portofolio.













