Dalam isu agama (muslim tidak boleh dipimpin non muslim) dan etnis (etnis minoritas tidak boleh memimpin etnis mayoritas) cukup berpengaruh terhadap dukungan kepada Ahok. Semakin setuju dengan pandangan tersebut semakin rendah dukungan kepada Ahok.
Namun penting dicatat, hanya yang “ekstrim”, yakni yang menyatakan “sangat” setuju atas isu/pendapat tersebut, bisa mengalahkan Ahok. “Dan yang ekstrim itu cenderung mendukung Yusril Ihza Mahendra,” terangnya.
Masalahnya, dalam populasi pemilih DKI Jakarta, warga yang bersikap ekstrim tersebut, ketika survei dilakukan, tidak besar: 12,3% untuk “ekstrim” agama, dan 4,1% untuk “ekstrim” etnik.
Pertanyaannya, apakah populasi yang “ekstrim” ini bisa diperbesar, bila bisa, maka tantangan bagi Ahok semakin besar.















