Oleh: Dr. Emrus Sihombing
Pilkada Sumatera Utara (Sumut) sangat menarik perhatian bagi seluruh warga ber-KTP Sumut, warga Indonesia asal Sumut dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Mengapa?
Sumut, selama ini terkenal dengan pluralisme yang mengakar pada tradisi ke-Sumatera Utara-an. Salah satu ke-khas- an budaya Sumut yang kental dengan logat dan pilihan kata yang tegas, bersahabat, hangat dan bersahaja.
Salah satu ciri menonjol dari warga Sumut, yaitu sangat senang berterus terang. Perilaku komunikasi panggung belakang relatif tidak begitu berbeda dengan panggung depan.
Oleh karena itu, setiap Paslon Pilkada Sumut 2018 ini harus membawa “nafas” pluralis dan keterusterangan dan ketulusan membawa masyarakat Sumut maju pesat lima tahun ke depan. Paslon harus menjauhkan diri dari isu pengkotak-kotakkan warga Sumut atas dasar apapun utamanya kepercayaan.
Jangan sampai salah satu Paslon, baik langsung atau tidak kangsung, atau tim sukses melakukan kontrak politik atas dasar primordial, seperti keberpihakan terhadap kepercayaan tertentu.
Misalnya, membangun ini – itu untuk satu golongan kepecayaan tertentu, sementara untuk sekelompok warga dari kepercayaan tertentu sama sekali tidak dilakukan.














