“Dalam pelaksanaan Agro-Maritim 4.0, kita akan memanfaatkan teknologi seperti penggunaan Drone dalam proses usaha tani dan QR Reader untuk melihat kebutuhan unsur hara dan kondisi tanaman,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Arif, IPB sedang mengembangkan aplikasi FRS (Fire Risk System) yang digunakan untuk mendeteksi dini risiko kebakaran hutan, prakiraan risiko kebakaran hutan dan titik api pada saat kebakaran hutan. Sehingga permasalahan kebakaran hutan dapat diminimalisir.
“Selain itu, IPB juga tengah mengembangkan aplikasi check fruits, yaitu aplikasi untuk mendeteksi rasa buah tanpa harus mencicipi buah tersebut. Dengan adanya sistem sensor, rasa dan kualitas buah bisa diketahui dengan pasti,” tambahnya
Sementara itu, Ketua Umum BPP PISPI, Sunarso yang juga hadir dan memberi kuliah umum setelah Rektor IPB menjelaskan gagasan PISPI tentang Visi Pembangunan Pertanian Indonesia. PISPI menilai pembangunan pertanian seharusnya bersifat visioner dan integratif.
“Visioner yang dimaksud adalah pembangunan pertanian Indonesia dalam jangka panjang, yakni 50-100 tahun. Karena permasalahan pertanian akan selalu berkembang ke depan, dibutuhkan pemecahan masalah yang visioner dan konsistensi kebijakan,” terangnya.














