JAKARTA,BERITAMONETER.COM- Sehari pasca dilantik sebagai Pjs Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik meyakini kebijakan peningkatan batas minimal free float menjadi 15 persen dapat memperdalam likuiditas pasar, meningkatkan transparansi, hingga mempersempit ruang praktik manipulasi harga saham.
Ia menjelaskan bahwa semakin besar porsi saham yang beredar di publik, maka semakin sulit pihak tertentu menggerakkan harga secara tidak wajar.
“Bayangkan saja, untuk memanipulasi jumlah saham publik relatif kecil (free float 10), dengan memanipulasi free float 1000, itu tentu tingkat kesulitannya beda. Sebaliknya, jika free float lebih besar dan transparansi lebih tinggi, maka upaya manipulasi pasar dapat ditekan,” kata Jeffrey kepada media usai acara Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis ,(12/2)/2026).
Mengenai keakuratan laporan free float emiten, Jeffrey menyebutkan bahwa tersedia mekanisme hukum bagi pihak-pihak yang memberikan informasi palsu.
Untuk melakukan pengawasan perdagangan, Jeffrey menjelaskan bahwa BEI memiliki perangkat untuk memantau pergerakan saham.
Selain itu, bursa juga menjalankan investor stewardship dengan rutin memberikan peringatan dan informasi kepada investor.












