Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Andi Rizaldi menyampaikan, AIGIS 20205 mengusung tema “Driving Industrial Decarbonization through Green Industry Ecosystem”.
Melalui tema tersebut, AIGIS diharapkan dapat menjadi platform yang mendorong peran aktif seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat pengurangan emisi karbon di sektor industri melalui kolaborasi lintas sektor.
Adapun pendekatan yang perlu dilakukan sektor industri, antara lain mengintegrasikan teknologi bersih, efisiensi energi, efisiensi air, energi terbarukan, serta praktik ekonomi sirkular dalam satu ekosistem industri hijau yang saling mendukung.
“Dengan membangun ekosistem ini, transformasi menuju industri rendah karbon tidak hanya memperkuat daya saing global, tetapi juga membuka peluang investasi dan inovasi berkelanjutan bagi perekonomian nasional,” jelas Andi.
Lanjut Kepala BSKJI, Kemenperin menegaskan komitmennya memperkuat fondasi kebijakan industri hijau agar transisi menuju industri rendah karbon berjalan terukur.
Beberapa kebijakan yang sedang disiapkan, di antaranya Penguatan Standar Industri Hijau (SIH) untuk sektor-sektor prioritas, dengan indikator yang lebih tajam pada efisiensi energi, pemanfaatan bahan baku daur ulang, serta batas intensitas emisi gas rumah kaca per satuan produk.














