JAKARTA-Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai penyedia listrik terbesar di tanah air, sangat mendukung upaya masyarakat menggunakan listrik dari energi terbarukan (EBT) yang dewasa ini mulai marak digunakan oleh kalangan masyarakat secara individu. Selain ramah lingkungan, pembangkit listrik EBT ini tentunya akan sangat membantu dalam mengurangi konsumsi bahan bakar minyak bagi pembangkit listrik.
Dukungan PLN tercermin dalam workshop pedoman penyambungan pembangkit listrik energi terbarukan ke sistem distribusi PLN, di Jakarta, Kamis (3/4).
Pedoman itu merupakan perwujudan implementasi peraturan pemerintah tentang pembelian tenaga listrik dari energi terbarukan dengan kapasitas hingga 10 Megawatt.
Direktur (Operasi Jawa Bali Sumatera) PLN, Ngurah Adnyana mengatakan pertumbuhan listrik di Indonesia masih cukup tinggi. Pada 2013 saja tumbuh 7%, dan dalam dua bulan pertama tahun 2014, tumbuh rata-rata 9% meski tidak merata. Seperti di Jawa Bali, tumbuh 8,2%, di Sumatera 9,6% dan Indonesia Timur tumbuh 14%. “Kebutuhan listrik di Indonesia masih sangat tinggi. Di sisi lain, kita sudah mempunyai Peraturan Menteri ESDM yang mengatur tentang harga beli listrik untuk daya dibawah 10 MW. Artinya, PLN bisa membeli listrik langsung dari masyarakat yang menggunakan energi terbarukan. Namun, dari Permen itu masih dibutuhkan pedoman untuk mengatur bagaimana listrik dibawah 10 MW bisa dibeli dengan cepat oleh PLN dengan prosedur yang sudah pasti. Dengan prosedur yang pasti, technical yang pasti, diharapkan kecepatan menyerap listrik dari energi terbarukan ini bisa turut memenuhi pertumbuhan listrik tersebut,” ujar Adnyana.














