Chairani menambahkan bahwa penyelesaian pengujian ini tidak hanya membuktikan keandalan operasional pembangkit, tetapi juga memperkuat peran PLN dalam mendukung ketersediaan energi yang efisien dan ramah lingkungan.
“Proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dan sinergi antar unit di PLN Group dapat mewujudkan solusi energi yang berkelanjutan, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.
PLTMG Luwuk 40 MW memiliki peran vital dalam sistem kelistrikan Sulawesi Tengah, dengan daya mampu pasok mencapai 369 MW dan beban puncak sebesar 336 MW.
Kehadiran pembangkit ini dapat menyuplai kebutuhan listrik untuk lebih dari 30.000 rumah tangga dan industri, sekaligus diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga 75.000 ton COâ‚‚ per tahun.
Keberhasilan proyek ini merupakan hasil kolaborasi solid antara PLN Enjiniring, PLN UIP Sulawesi, serta dukungan Pemerintah Daerah dan mitra kerja.
Sinergi tersebut memastikan infrastruktur kelistrikan dapat beroperasi secara optimal, menjaga kestabilan sistem, dan mendukung aktivitas ekonomi serta sosial masyarakat Kabupaten Banggai.
Dengan capaian ini, PLN Enjiniring meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi ketenagalistrikan yang andal, efisien, dan berkelanjutan bagi Indonesia.















