Menkeu menjelaskan bahwa tujuan pertama ground breaking unit II Dieng dan Patuha adalah merangkai seluruh tujuan dan kebutuhan listrik yang terus meningkat. Kedua, untuk mendukung tercapainya SDGs (Sustainable Development Goals) termasuk pengurangan kemiskinan. Ketiga, mendukung tercapainya komitmen global dalam memerangi perubahan iklim. Keempat, untuk memenuhi tercapainya target 23% komposisi bauran energi di Indonesia yang berasal dari energi yang baru dan terbarukan.
“Bahwa energi terbarukan Indonesia yang ingin mencapai 23% itu salah satunya yang potensi terbesar adalah dari geothermal dan Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi terbesar di dunia di dunia bukan di ASEAN bukan di Pasifik tapi di dunia,” jelas Menkeu.
Sebagai informasi, Geo Dipa melanjutkan pembangunan PLTP unit II, Dieng & Patuha masing-masing sebesar 60 MW yang akan selesai pembangunannya di tahun 2023. Geo Dipa juga sedang membangun sendiri 10-15 MW Small Scale Power Plant dan 10-15MW Organic Rankine Cycle Power Plant dengan skema pembangunan Build Operate Transfer (BOT) yang akan beroperasi di tahun 2020 dan 2022. Sehingga pada tahun 2023, Geo Dipa akan meningkatkan kapasitas produksi listriknya hingga 270 MW.















