Kenaikan indikator PMI yang cukup signifikan pasca varian Delta menunjukkan kinerja sektor manufaktur nasional yang akan terus meningkat.
Seiring dengan perbaikan ini, pelaku manufaktur nasional diharapkan dapat kembali membuka lapangan kerja dan meningkatkan produksinya untuk memenuhi peningkatan permintaan pasca dilonggarkannya kebijakan PPKM di sejumlah daerah.
Lebih lanjut, perbaikan indikator PMI juga saling dukung dengan indikator ekspor, khususnya nonmigas, yang terus mencatatkan pertumbuhan double digit.
Pada bulan Agustus, ekspor nonmigas tercatat tumbuh 63,4% (yoy).
Di sisi lain, peningkatan laju pemulihan aktivitas konsumsi tercermin dari inflasi September yang tercatat sebesar 1,60% (yoy), meningkat dari Agustus yang sebesar 1,59% (yoy).
Inflasi September ini dipengaruhi oleh naiknya inflasi administered price, seiring mobilitas masyarakat yang mulai meningkat.
Meskipun demikian, peningkatan inflasi relatif terjaga dengan baik, khususnya merujuk kepada inflasi inti yang masih bergerak stabil serta komponen volatile food yang menurun seiring dengan masa panen.
Beberapa komponen inflasi yang mulai meningkat meliputi sandang, penyediaan makanan dan minuman/restoran, rekreasi, perlengkapan rutin rumah tangga, dan transportasi.













