JAKARTA, BERITAMONOTER – Gelombang keprihatinan atas kematian tragis Noni, siswi SMP berusia 14 tahun asal Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, terus meluas.
Perhimpunan Mahasiswa Maumere Jakarta (PMMJ) menyuarakan tuntutan tegas agar kasus tersebut diusut secara menyeluruh dan transparan. Bagi mereka, kematian seorang anak dalam situasi yang dipenuhi berbagai kejanggalan tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa kejelasan hukum.
Pernyataan sikap itu disampaikan PMMJ pasca kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dan Malam Keakraban (Makrab) yang berlangsung di kawasan Puncak Bogor, Sabtu (7/3/2026) lalu.
Di hadapan para peserta kegiatan, Ketua Umum PMMJ, Andri Tani, menegaskan bahwa kasus kematian Noni telah mengguncang nurani publik, khususnya masyarakat Sikka dan Nusa Tenggara Timur.
“Peristiwa ini bukan sekadar tragedi keluarga. Ini adalah persoalan kemanusiaan yang menyentuh hati banyak orang. Karena itu, kebenaran harus diungkap secara terang benderang dan keadilan bagi Noni tidak boleh ditunda,” tegas Andri.
Ia juga menilai berbagai kejanggalan yang muncul dalam proses penanganan kasus ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, inkonsistensi sejumlah keterangan serta munculnya dugaan tekanan terhadap saksi menjadi alasan kuat bagi publik untuk menuntut keterbukaan penuh dalam proses hukum.














