Uchok menilai paparan Bahlil terlalu “pede” dan kurang membaca tren data PNBP secara komprehensif.
Ia merujuk pada realisasi pendapatan SDA tahun 2024 yang mencapai Rp228,9 triliun atau 97,20 persen dari target APBN sebesar Rp235,5 triliun.
Lebih jauh, Uchok mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2024 yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), PNBP SDA justru mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2024, PNBP SDA tercatat sebesar Rp256,6 triliun, sementara pada 2023 mencapai Rp280,2 triliun.
“Artinya, dari 2023 ke 2024 terjadi kemerosotan pendapatan PNBP sebesar Rp23,6 triliun atau setara 8,44 persen. Ini penurunan yang mengkhawatirkan,” ujar Uchok Sky.
Atas dasar itu, CBA memperingatkan bahwa jika pada 2025 PNBP kembali gagal mencapai target, Presiden Prabowo Subianto diminta untuk segera mencopot Bahlil Lahadalia dari jabatan Menteri ESDM.
“Karena kata-kata Bahlil selalu mengumbar kebohongan di depan publik dan melukai hati rakyat,” tegas Uchok.
Ia menambahkan, pernyataan seorang menteri seharusnya menjadi bukti dan penyejuk bagi masyarakat, bukan candaan, kebohongan, janji palsu, atau sekadar menyenangkan hati Presiden.
“Kata-kata menteri bukan lelucon. Harus bisa dipertanggungjawabkan,” pungkas Uchok Sky.













