Melihat kondisi seperti ini, sambungnya, parpol telah gagal dalam mempersiapkan calon pemimpin. Karena pendekatan yang dilakukan hanya jangka pendek. “Hanya sekitar 10% pemimpin yang muncul. Selebihnya hanya tokoh yang memiliki dana dan berduit yang muncul kepermukaan,” paparnya. **














