JAKARTA–Anggota Komisi VI DPR Rudi Hartono Bangun menyoroti kinerja Bank Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) yang terdiri dari BNI, BRI, Mandiri, BTN dan BSI. Adapun yang disinggung antara lain, soal potongan biaya admin, tantiem direksi dan komisaris, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan target laba perbankan. “Saya mendapat aduan dari konstituen, yang menanyakan soal potongan bunga bank dan biaya admin. Setiap bulan mereka mengaku dipotong biaya admin,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan PT Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN dan BSI yang dimpimpin langsung oleh Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, pada Kamis (21/8/2025).
Diakui Rudi, bahwa konstituennya ini berasal dari beragam sektor usaha. “Ya, namanya nasabah ada tabungan yang Rp100.000, atau Rp200.000, baik itu BI, BRI, Mandiri dan BSI. Ya namanya masyarakat bawah, kadang bertanya kok potongan banyak dan ada yang tabungannya sampai kosong,” paparnya.
Rapat ini dihadiri langsung oleh para Direktur Utama pada sejumlah bank Himbara tersebut dengan agenda memaparkan rancangan rencana kerja tahun 2025, evaluasi kinerja semester pertama tahun 2025, dan membahas isu-isu lain yang relevan. “Nah, selain itu ada juga konstituen yang mempertanyakan soal Tantiem Komisaris, lalu kerjanya apa komisaris itu sebagaimana yang diutarakan oleh Presiden Prabowo Subianto sampai Tantiemnya Rp4 Miliar setahun,” ujarnya seraya mempertanyakan.













