Defri menilai sejumlah capaian Polri sepanjang 2025, mulai dari penurunan angka kriminalitas, peningkatan penyelesaian perkara, hingga program preventif yang menyentuh kebutuhan masyarakat merupakan modal penting yang tidak boleh terputus, melainkan harus diperkuat secara berkelanjutan pada tahun 2026.
Dalam kerangka pembenahan jangka panjang itu, PolisLab mendorong kolaborasi yang lebih substantif antara Polri dan elemen masyarakat sipil agar tidak sekadar bersifat simbolik.
“PolisLab mendorong keterlibatan aktif masyarakat sipil untuk bersinergi dengan Polri dalam kegiatan sosial kemasyarakatan agar jarak institusional dapat diputus,” katanya.
Defri berharap, keterlibatan aktif anggota Polri dalam kehidupan sosial masyarakat dapat menjadi jembatan untuk meruntuhkan sekat psikologis yang selama ini terbentuk.
Dari proses tersebut, kepercayaan publik diharapkan tumbuh secara organik dan berkelanjutan, sekaligus membentuk cara pandang baru terhadap Polri sebagai institusi yang profesional, akuntabel, dan benar-benar hadir di tengah rakyat.














