“Kunjungan ini menjadi kunjungan yang penuh persaudaraan! Hal itu juga terpancar dalam diri para santriwati yang ramah terbuka dan ceria secara alamiah, tidak dibuat-buat. Wajah anak didik mencerminkan cara pengasuhnya mendidik para santrinya,” terangnya.
Oleh Rm Budi Purnomo ditambahkan bahwa para santriwati itu adalah wajah sesungguhnya sang pengasuh.
Kepolosan, keceriaan, kekompakan dari para santriwati yang sebagian anak-anak setingkat SMP dan SMA mencerminkan bagaimana sang pengasuh mendidik mereka.
Menurut Mgr Christophorus Tri Harsono, Pondok Pesantren Al Hidayah Karang Suci, Purwokerto, tak hanya menjadi pusat pendidikan Islam berpaham Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga dinilai sebagai salah satu titik simpul penting dalam membangun kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Oleh karena itu, ditegaskannya, kehadiran rombongan KWI ini lebih dari sekadar dialog agama.
“Ini soal kehidupan bersama. Dari perjumpaan seperti ini, kita belajar saling menolong, saling membantu. Banyak persoalan terjadi karena kurangnya komunikasi,” ujar Mgr Tri Harsono.
PONPES PEJUANG
Pondok Pesantren Al Hidayah Karang Suci didirikan secara resmi pada bulan Ramadan 1986.
Di bawah asuhan KH. Dr. Noer Iskandar al Barsyani, MA, dan Nyai Dra. Hj. Nadhiroh Noeris, pesantren ini terus tumbuh dan berkembang hingga kini menaungi sekitar 300 santri putra dan putri.












