Selain investasi lainnya, peningkatan posisi AFLN juga ditopang oleh transaksi perolehan aset investasi langsung dan investasi portofolio.
“BI memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan III 2018 masih tetap sehat,” terangnya.
Hal ini tercermin dari rasio neto kewajiban PII Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang relatif stabil di kisaran rerata negara peers sekitar 29%.
Di samping itu, struktur neto kewajiban PII Indonesia juga didominasi instrumen berjangka panjang.
Meski demikian, BI akan tetap mewaspadai risiko neto kewajiban PII terhadap perekonomian.
“Ke depan, BI meyakini kinerja PII Indonesia akan semakin baik sejalan dengan terjaganya stabilitas perekonomian dan berlanjutnya pemulihan ekonomi Indonesia didukung oleh konsistensi dan sinergi bauran kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan reformasi struktural,” pungkasnya.















