“Peningkatan aliran modal masuk asing tersebut mencerminkan persepsi investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang positif dan imbal hasil investasi aset keuangan domestik yang tetap menarik,” ulasnya.
Dia menegaskan, posisi AFLN Indonesia meningkat terutama didorong oleh aset dalam bentuk investasi lainnya dan cadangan devisa. Posisi AFLN pada akhir triwulan III 2019 tumbuh 0,4% (qtq) atau sebesar 1,5 miliar dolar AS menjadi 365,3 miliar dolar AS.
“Peningkatan aset investasi lainnya terutama dipengaruhi oleh peningkatan simpanan penduduk di luar negeri, sementara peningkatan cadangan devisa antara lain berasal dari penerimaan devisa migas dan penerimaan valas lainnya,” tuturnya.
Peningkatan posisi AFLN lebih lanjut tertahan oleh faktor penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya dan penurunan rerata indeks saham pada sebagian besar negara penempatan investasi.
BI jelasnya memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan III 2019 tetap sehat. Hal ini tercermin dari struktur kewajiban neto PII Indonesia yang masih didominasi oleh instrumen berjangka panjang. Meski demikian, BI akan tetap mewaspadai risiko kewajiban neto PII terhadap perekonomian Indonesia.













