Alasannya, mereka berbuat curang dengan menggandakan KTP dan juga KTP bodong yang secara jelas dilarang keras dan sudah diatur dalam peraturan sebagai anggota relawan Teman Ahok.
Karena itu, aksi pembusukan ini sangat kental kaitannya dengan ancaman yang pernah dilontarkan oleh Adian Napitupulu (Ketua Pospera) bahwa akan ada gesekan antara relawan temanahok dengan relawan Jokowi.
Pospera juga sangat kental kaitannya dengan PDI Perjuangan, dimana Adian merupakan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.
PDI Perjuangan semakin kental terasa perannya karena pada acara ILC 21 Juni 2016, Junimart Girsang mengatakan bahwa 14 jam lagi Teman Ahok akan mendapatkan serangan lagi yang kemudian pas waktunya dengan acara konfrensi pers dari bekas Teman Ahok di Cikini.
Semua keterangan diatas berdasarkan pengakua yang disampaikan oleh salah satu relawan yang dipaksa oleh Alex untuk keluar dari relawan Teman Ahok.
Sekedar catatan, peran Alex selama di Pospera adalah sebagai pembagi dana jika Pospera akan melakukan aktivitas lapangan. Adapun Richard ini pekerjaannya adalah sebagai Debt Collector
Namun semua yang dikeluarkan ini sudah pernah kena surat peringatan karena berbuat curang demi mendapatkan uang transportasi.













