JAKARTA-Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M. Ramli menegaskan Indonesia memiliki keuntungan dari aspek demografis dan geografis sebagai modal untuk meningkatkan kontribusi industri logistik dalam sektor ekonomi digital.
“Kita memiliki 17.500 pulau yang tersebar dan berpencar, tapi di sisi lain kita juga punya penduduk 262 juta jiwa dengan pengguna aktif internetnya 143 juta jiwa, maka ini semua menjadi bagian yang sangat penting dari pasar-pasar transaksi online dan industri logistik,” katanya dalam Keynote Speech yang pembukaan Seminar Nasional Kontribusi Industri Logistik untuk Ekonomi Digital di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (14/05).
Tantangan besar itu dalam pandangan Dirjen Ramli menjadi peluang yang menjanjikan, sebaba pasar lokal industri logistik sangat besar.
“Hanya bermain dalam pasar lokal saja juga bukanlah suatu masalah. Jadi seandainya ada perusahaan yang pasarnya hanya domestik saja, maka itu sudah menjadi sama dengan perusahaan yang menguasai 40% marketshare Asean, jadi jumlah penduduk yang 262 juta jiwa ini identik dengan 40% marketshare Asean,” tambahnya.
Dirjen PPI menilai disrupsi teknologi bisa menghasilkan dampak kemudahan berbisnis bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah yang sulit terjangkau sekalipun. Kehadiran bisnis berbasis online yang difasilitasi oleh marketplace e-commerce ini juga disebut sebagai efisiensi pembangunan.















