Di sektor otomotif, industri kendaraan di Indonesia juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Kemajuan industri otomotif nasional telah diapresiasi di seluruh dunia. “Contohnya mobil Calya dan Sigra itu dari mulai desain dan proses produksi, seluruhnya melibatkan putra-putri Indonesia dengan tingkat kandungan dalam negeri yang mencapai 94 persen,” ungkapnya.
Dengan kemampuan tersebut, beberapa produsen besar dunia seperti Daihatsu dan Toyota telah menegaskan bahwa Indonesia akan menjadi basis produksi industri utama mereka baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Lebih lanjut, di sektor industri Agro, Indonesia punya kekuatan yang cukup besar di industri kelapa sawit serta industri pulp dan kertas. Indonesia adalah produsen nomor satu di dunia untuk minyak kelapa sawit serta nomor enam untuk penghasil pulp dan kertas. “Oleh karena itu, ke depannya kami akan terus mendorong agar hilirisasi Industri di sektor ini dapat terus berjalan,” kata Airlangga.
Menperin menambahkan, daya saing industri logam dasar di Indonesia juga terus meningkat, salah satunya dibuktikan oleh kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi di Indonesia, yaitu Morowali, Sulawasi Tengah. Di kabupaten ini berdiri kawasan industri Morowali yang menjadi basis industri smelter nikel.














