“Dengan alamnya yang kaya akan nikel, kami terus dorong Morowali untuk program hilirisasi industri pengolahan nikel,” ujarnya. Saat ini, kabupaten tersebut telah menjadi produsen stainless steel dengan kapasitas sebesar dua juta ton pada tahun ini dan diharapkan pada tahun mendatang dapat mencapai tiga juta ton.














