JAKARTA-Potensi industri di Provinsi Papua dan Papua Barat sangat besar untuk dikembangkan. Sumber daya alam yang melimpah, baik tambang dan pertanian serta kreativitas masyarakat setempat menjadi modal kuat. “Kita optimistis dengan potensi Papua baik mineral, migas hingga industri kecil menengah berbasis kebudayaan. Semangat kita adalah meningkatkan nilai tambah yang dapat dinikmati masyarakat Papua,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin saat menerima Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya yang juga Ketua Masyarakat Adat Papua di Jakarta, Jumat (29/1).
Sejauh ini, Kemenperin melalui Dirjen IKM telah mengembangkan noken, tas tradisional Papua dan memadukannya dengan beragam kreasi termasuk fesyen. Pada Desember 2012 noken telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan kebudayaan tak benda.
Menurut Dirjen IKM Euis Saedah, produksi pertanian dan perkebunan kawasan itu juga dapat dipacu dengan pemanfaatan pupuk organik cair yang telah digunakan antara lain di Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya mengatakan percepatan pembangunan perindustrian di Papua sangat diperlukan agar tidak mengalami ketertinggalan dari daerah lain. “Beberapa saran pengembangan antara lain untuk pengolahan buah merah sebaiknya di Tolikara dan buah merah di Wamena. Sedangkan produksi garam rakyat di Kabupaten Intan Jaya,” ujarnya.













