Kegiatan tersebut diikuti 25 petani sengon binaan Fairventures Worldwide dan perusahaan-perusahaan anggota Indonesia Light Wood Association (ILWA).
Sementara itu, Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan menyampaikan, business matching tersebut bertujuan mempertemukan petani sengon Palangkaraya sebagai pemasok dengan industri dalam negeri sebagai offtaker.
“Ketika petani panen raya perdana sengon pada 2022 mendatang, telah ada mekanisme rantai pasok yang terbentuk dan menguntungkan kedua belah pihak. Hal ini penting untuk memastikan bahwa program pelestarian alam berkontribusi terhadap kegiatan perdagangan, sehingga di masa depan akan terus berkelanjutan,” kata Marolop saat membuka business matching.
Kegiatan business matching ini merupakan rangkaian dari program pengembangan ekspor kayu ringan yang dijalankan Kemendag bersama berbagai pemangku kepentingan sejak 2014.
Business matching ini juga merupakan hasil konkret dari the 6th Indonesian Lightwood Cooperation Forum (ILCF) pada Oktober 2021 yang lalu, di sela-sela penyelenggaraan pameran Trade Expo Indonesia.
Indonesia memiliki reputasi yang baik dalam hal ekspor kayu yang sudah dilakukan sejak dulu, terlebih dengan adanya Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang akan dilengkapi dengan aspek keberlanjutan.














