MEDAN-Pertumbuhan pasar modal Indonesia yang atraktif setiap tahunnya semakin menarik minat berbagai investor di dalam dan luar negeri.
Potensi imbal hasil yang ditawarkan dari investasi di pasar modal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir yang lebih tinggi jika dibandingkan bursa negara lain di kawasan regional menjadi salah satu alasannya.
“Meski memiliki volatilitas dan faktor risiko yang seimbang dengan potensi imbal hasil yang akan dihasilkan, secara kumulatif rata-rata tingkat imbal hasil per tahun hasil investasi di pasar saham Indonesia tercatat yang tertinggi sejak 2009 silam dengan angka yang mencapai 28,08%,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BEI Medan M. Pintor Nasution disela-sela acara Workshop Wartawan Daerah di Medan, Sumatera Utara, Jumat (31/10).
Menurutnya, jumlah tersebut menjadi yang tertinggi jika dibandingkan rata-rata tingkat imbal hasil di delapan bursa lainnya seperti New York Stock Exchange, Australia Stock Exchange, Bursa Malaysia, Hongkong Exchange, Philiphine Stock Exchange, Singapore Exchange, dan The Stock Exchange of Thailand.
| Rata-rata Tingkat Imbal Hasil Investasi di Bursa Dunia | |
| Bursa Saham | Rata-rata Return* |
| New York Stock Exchange | 11,42% |
| Australia Stock Exchange | 7,45% |
| Bursa Malaysia | 15,60% |
| Hongkong Exchange | 9,33% |
| Bursa Efek Indonesia | 28,08% |
| Korea Exchange | 11,85% |
| Philiphine Stock Exchange | 27,10% |
| Singapore Exchange | 2,23% |
| The Stock Exchange of Thailand | 25,71% |
Sumber:Diolah Divisi Riset BEI *Keterangan: Berdasarkan rata-rata persentase per tahun dari Level Penutupan Indeks di Akhir 2009 sampai dengan 30 September 2014













