Dia menjelaskan, besarnya potensi return dari investasi di pasar modal Indonesia membuat aliran dana investor asing terus masuk ke pasar modal Indonesia.
Sayangnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui potensi keuntungan dari berinvestasi di pasar saham Indonesia.
Berdasarkan data Survei Nasional Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di 2013, tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap pasar modal masih sangat minim.
Masyarakat Indonesia yang tergolong well literate tentang pasar modal masih berada di angka 3,79%.
Rendahnya Indeks Literasi Pasar Modal juga diikuti dengan rendahnya Indeks Utilitas Produk dan Jasa Pasar Modal yang menunjukkan hanya 1 orang dari setiap 1.000 penduduk yang menggunakan produk dan jasa pasar modal.
Padahal, jelasnya berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh salah satu lembaga keuangan internasional di 2013, diperkirakan pada 2019 jumlah individu yang berasal dari keluarga dengan pendapatan di atas US$100.000 per tahun ada sebanyak 1,93 juta jiwa, dan jumlah individu yang berasal dari keluarga dengan pendapatan di antara US$50.000-US$100.000 per tahun sebanyak 2,2 juta jiwa.
Data Bank Dunia di 2010 menunjukkan peningkatan jumlah masyarakat menengah Indonesia menjadi 134 juta jiwa atau 60% dari total jumlah penduduk, dibanding di 2003 sebesar 37,7% dari total penduduk Indonesia.













