MAGELANG-Presiden Joko Widodo meminta agar pengembangan Borobudur harus dipersiapkan dengan matang mengingat potensi pasarnya yang sangat besar. Terlebih lagi sekarang menjadi destinasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar Candi yang menjadi mahakarya budaya dunia.”Sebagai warisan pusaka dunia yang sudah mendapatkan pengakuan internasional sebagai sebuah situs warisan budaya, Candi Borobudur harus terus dilestarikan,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas tentang masalah percepatan pembangunan destinasi wisata nasional Borobudur di Hotel Manohara, kawasan Borobudur, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (29/1).
Berdasarkan data yang diterimanya tahun 2014, jumlah wisatawan macanegara yang mengunjungi Candi Borobudur berjumlah sekitar 250.000 orang dan wisatawan Nusantara sebanyak kurang lebih 2,2 juta.
Presiden menilai potensi pasar Candi Borobudur masih sangat terbuka, terutama untuk wisatawan yang berasal dari Malaysia, Taiwan, Singapura, Jepang, Amerika, Inggris, Hong Kong, Belanda, Jerman, Brunei,dan juga dari Cina. “Untuk itu, saya minta pengembangan Borobudur ini harus betul-betul dipersiapkan dengan baik, terinterintegrasi antar kementerian, dengan provinsi, baik yang berkaitan dengan akses civilitas juga terintegrasi dengan kawasan wisata yang lain: Borobudur, Prambanan, ada Sangiran yang ini juga semuanya sudah warisan budaya,” pinta Presiden.













