Presiden juga memuji gebrakan yang sudah dilakukan Menteri Pariwisata sekarang dengan membangun country branding-nya. “Saya kira kalau memang sudah direncanakan nantinya positioning-nya diferensiasinya, kemudian dibangun brand product-nya, brand value-nya dan kemasan-kemasan yang lain sehingga dalam me-marketing-i, dalam memasarkan, ini akan akan lebih memudahkan,” tutur Presiden Jokowi.
Presiden berharap agar fasilitas dan pelayanan yang standarnya internasional harus disediakan. “Ini masa twilight, minimal standar bintang 4. Meskipun itu untuk umum tapi bintang 4, tapi juga dijaga, dirawat, harian harus dikontrol. Standar-standar itu yang kita inginkan,” ujarnya.
Selain itu, Presiden juga menginginkan agar atraksi seni budaya dengan koreografi yang baik. Sehingga wisawatan tidak hanya melihat candi Borobudur tetapi juga atraksi seni budayanya juga bisa dimunculkan. “Tadi saya tanya, setahun sudah ada tapi baru sekali. Yang saya minta, setiap minggu harus ada. Saya kira kalau diurut kabupaten se-Jawa Tengah dan DIY sudah lebih dari cukup, kalau mau melebar Indonesia lebih banyak lagi produk-produk atraksi yang bisa kita munculkan,” papar Presiden.
Presiden Jokowi meminta agar manajemen pengelolaan harus diperjelas. Sebab, sayup-sayup terdengar bahwa ada 4 manajemen yang terlibat disini. “Nah, kalau kapal nahkodanya 4, ini biasanya memutuskannya bingung. Ini yang sekarang harus kita putuskan, juga masalah yang berkaitan dengan zonasi dan lain-lainnya,” kata Presiden Jokowi.













