“PTPP melakukan pembaruan menyeluruh melalui beautifikasi bangunan, modernisasi interior, serta aktivasi kembali sistem utilitas dan peralatan utama. Terminal 1C kini tampil lebih luas, modern, efisien, dan siap melayani lonjakan kebutuhan transportasi udara nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (20/11/2025).
Menurut Joko, salah satu ikon penting dalam revitalisasi ini adalah pemasangan plafon rotan sintetis bermotif batik pada area komersial terminal. Material ini tidak hanya estetis dan ramah lingkungan, tetapi juga mencerminkan perpaduan nilai budaya Indonesia dengan desain modern bandara internasional.
Dia menambahkan, revitalisasi Terminal 1C memiliki tingkat tantangan yang tinggi. Pekerjaan dilakukan pada bangunan yang telah berdiri lebih dari 40 tahun, sehingga proses modernisasi harus tetap menjaga karakter heritage sambil menghadirkan fasilitas yang memenuhi standar bandara masa kini.
Selain itu, lanjut Joko, pekerjaan konstruksi berjalan seiring dengan operasional terminal, menuntut koordinasi intensif agar kegiatan penumpang, kenyamanan, dan keselamatan tetap terjaga. “Kami memastikan seluruh pekerjaan berjalan tanpa mengganggu layanan bandara, sembari menjamin keandalan infrastruktur sesuai regulasi penerbangan yang berlaku,” katanya.














