JAKARTA-Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) fokus mengangkat pengembangan seni dan budaya daerah tertinggal sebagai modal pembangunan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui inisiasi kerja sama dengan desainer ternama Indonesia, Merdi Sihombing, yang dalam satu dekade ini aktif mengangkat kekayaan dan tradisi lokal.
“Bersama Merdi Sihombing, kami akan menggelar Eco Fashion Week Indonesia (EFWI) pada 30 November – 2 Desember 2018 mendatang. Ini adalah visualisasi konsep fashion yang ramah lingkungan dengan mengangkat budaya asli Indonesia dalam pembuatan tekstil,” tutur Direktur Jenderal PDT, Samsul Widodo, di Jakarta, Jumat (31/8).
Samsul menambahkan, EFWI digelar untuk memperkaya referensi fashion masyarakat dengan karya-karya ethical yang dibuat langsung oleh masyarakat di daerah tertinggal, seperti Tenun ikat Alor dan Tenun ikat Rote Ndao. Gelaran tersebut, ujar Samsul, adalah wujud pendekatan pembangunan di daerah tertinggal secara menyeluruh, yakni menyentuh aspek seni dan budaya untuk pembangunan.
“Kami sepakat dan mendukung apa yang dilakukan oleh Merdi Sihombing dalam membangun gerakan eco fashion ini. Oleh karenanya, kami menjadikan eco fashion sebagai salah satu strategi dalam percepatan pembangunan daerah tertinggal. Kami optimistis gerakan ini akan meningkatkan kepercayaan diri masyarakat daerah dengan kekayaan budaya yang dimiliki,” lanjutnya.














