JAKARTA—Industri ekonomi kreatif (Ekraf) nasional telah terbukti menjadi mesin penyerap tenaga kerja dan kontributor signifikan bagi Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pada 2025, kontribusi ekraf terhadap penyerapan tenaga kerja diperkirakan 27,40 juta Tenaga Kerja (TK) atau 18,70% dari total tenaga kerja. “Jadi bisa dikatakan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki peran vital dalam menyediakan lapangan pekerjaan di dalam negeri,” kata Ketua umum Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF), Tengku Nurliyana Habsjah Sapuan dalam sambutan HUT PPEKRAF I yang berlangsung di Hotel Mega Anggrek, Sabtu (28/2/2026).
Adapun HUT PPEKRAF I berthema “Setahun Berkreasi, Ramadhan Berbagi, Membangun Ekosistem Ekonomi Kreatif, yang Berkah dan Berkesinambungan”. Hadir pula dalam acara itu, Wamenaker Afriyansah Noor, Ketua Dewan Pembina PPEKRAF Sapuan, Staf Khusus Mensos Malik Haramain yang juga Sekjen , Ketua umum DNIKS A Effendy Choirie, Sekjen DNIKS Sudarto, Waketum DNIKS Rudi Andries, Direktur BPJS Ketenagakerjaan Ihsanudin, Sekjen PPEKRAF Anisa Rahmawati, Perwakilan KOWANI dan Muslimat NU. “Keberadaan PPEKRAF menjadi sebuah wadah candradimuka yang mengasah keterampilan perempuan sehingga berdampak menciptakan keluarga dan masyarakat yang sejahtera,” ujarnya lagi.














