“Perusahaan-perusahaan Tiongkok telah menjalankan proyek-proyek besar yang sangat berhasil. Kereta api cepat Jakarta-Bandung, kawasan industri, hilirisasi nikel, termasuk pembangunan berbagai proyek industri dan teknologi yang besar,” ujar Presiden.
Namun, ia juga menyoroti pentingnya diversifikasi investasi, dengan menekankan bahwa masa depan Indonesia membutuhkan akselerasi di sektor-sektor dengan nilai tambah tinggi dan berdampak sosial langsung.
“Saya mengajak para pengusaha Indonesia melihat Tiongkok sebagai mitra belajar, mitra produksi, mitra untuk bisa bersama-sama masuk ke pasar global,” tambah Prabowo.
Menurutnya, hubungan ekonomi yang kuat ini seharusnya menjadi dasar untuk membangun hubungan yang lebih mendalam di bidang sosial dan budaya.
Ia juga menyampaikan penghormatan atas komitmen Republik Rakyat Tiongkok dalam membela negara-negara berkembang dan memperjuangkan keadilan global.
“Malam ini kita tidak hanya menyambut kehadiran PM Li di Indonesia dan merayakan capaian bersama kita, tetapi kita menyambut kerja sama ini sebagai langkah menghadapi masa depan yang cerah, masa depan yang penuh harapan,” ujar Prabowo.















