Mngenai alih teknologi, termasuk dalam pengadaan Sukhoi, Menhan Prabowo Subianto mengemukakan, itu juga sedang dikaji terus cost benefitnya bagaimana.
“Yang kita butuh adalah efisiensi, penghematan dan daya guna,” jelas Menhan.
Menhan juga menilai pengadaan alutsista untuk tahun 2020 sejauh ini dinilainya sudah cukup sepanjang penggunaannya baik. Adapun soal perjanjian imbal beli Sukhoi dengan Rusia, menurut Menhan, sedang dikaji terus.
Ia tidak memberi batas waktu sampai kapan kajian tersebut. “Sampai kajiannya selesai,” ujarnya.
Saat disinggung tentang pelibatan industri pertahanan dalam negeri, Menhan Prabowo Subianto mengatakan, pihaknya akan berusaha sebanyak mungkin pengadaan itu dari industri dalam negeri.
“Tidak ada hanya Pindad, ada PAL, ada juga perusahaan-perusahaan swasta yang hebat-hebat juga,” ucap Menhan.















