Di bagian akhir pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan telad pemerintahan untuk berani mengoreksi diri, berani membangun pemerintahan yang bersih, yang bebas dari penyelewengan dan korupsi.
“Itu tekad kami. Kami tahu ada perlawanan tapi kami yakin apa yang kami perjuangkan adalah untuk bangsa dan rakyat Indonesia. Kami tidak akan ragu-ragu bertindak tegas. Seratus hari pertama saya sudah beri peringatan berkali-kali. Sekarang siapa yang bandel, tidak mau ikut dengan tuntutan rakyat pemerintahan yang bersih, siapa yang tidak patuh akan saya tindak,” tegas Presiden Prabowo.
Usai berpidato, Presiden Prabowo membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama Tahun 2025, yang digelar mulai tanggal 5 hingga 7 Februari 2025 mendatang.
Resepsi Harlah ke-102 NUdiawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dikumandangkan dengan khidmat oleh seluruh peserta.
Suasana beranjak syahdu saat paduan suara dari SMK Ma’arif Depok menyanyikan lagu “Yaa Lal Wathan” yang membangkitkan semangat nasionalisme dan lagu “Satu Abad Nahdlatul Ulama” oleh Orchestra Alma NU.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-quran yang memberikan nuansa religius sekaligus menambah kekhidmatan peringatan Harlah NU.














