“Perayaan HUT NU ini amat istimewa. Dibuat sederhana namun penuh aura damai sejahtera. Acaranya tidak bertele-tele. Semua berjalan lancar dan sejuk,” tutur Romo Budhenk, sapan akrabnya.
Romo yang mendapatkan disposisi dari Sekretaris Eksekutif KWI, RD PC Siswantoko untuk menghadiri Perayaan HUT ke-102 NU ini selama sudah akrab dengan sejumlah Kiai Haji NU.
“Saya sudah akrab dengan Gus Mus, Gus Muwafiq, Gus Iza, dan Gus Yahya yang menjadi Ketua Umum PBNU, jadi saya memasuki arena Istora Senayan dengan rasa nyaman,” ujarnya.
Keakraban romo yang juga berkompeten di bidang Ekoteologi Interreligius ini dengan Gus Yahya tampak sekali saat dirinya menjumpainya usai acara.
Romo Budhenk menyampaikan ucapan salam dari Mgr Antonius Subianto, Ketua Presidium KWI, sambil saling berpelukan penuh kehangatan.
Romo Budhenk pun mencium tangan Gus Yahya penuh hormat dan cinta seperti biasanya saat berjumpa dengan para Kiai lainnya.
Terakhir, Romo Sekretaris Kom HAK KWI tersebut, mengapresiasi sambutan Presiden Prabowo yang bangus dan penuh semangat.
“Sambutan Presiden Prabowo bagus. Tinggal diwujudnyatakan saja dalam aksi nyata. Para Menteri harus peka mengimplementasikan segala hal baik yang disampaikan dalam sambutannya tadi,” pungkasnya.














