Kinerja BEI tersebut merupakan salah satu indikator ekonomi Indonesia saat ini tengah berada pada transisi dari konsumtif menjadi produktif dan berkualitas sehingga diharapkan terus mampu bertahan di tengah kondisi perekonomian global yang sangat dinamis.
Prestasi ini juga ditopang oleh kerjasama antara sektor moneter, sektor fiskal dan sektor riil yang saling mendukung.
“Optimisme yang terjadi di bursa efek ini menunjukkan bahwa ekonomi kita memang berada pada transisi dari konsumtif ke produktif, dari yang kurang berkualitas menjadi berkualitas meskipun kita tahu ekonomi global tidak mendukungnya. Ini semua terjadi karena kerjasama, karena kolaborasi, karena sinergi antara sektor moneter, sektor fiskal dan juga sektor riil industri dan dunia usaha. Ketiga-tiganya bisa terkonsolidasikan dengan baik, bisa bekerjasama berkolaborasi saling mengisi saling berkontribusi,” kata Presiden Jokowi menjelaskan kunci pencapaian prestasi pasar modal Indonesia tahun 2018.
Presiden menutup perdagangan BEI secara resmi dengan secara simbolik membunyikan lonceng didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen serta Direktur Utama BEI Inarno Djajadi.














