JAKARTA-Presiden Joko Widodo harus menjadikan isu reshuffle kabinet jilid II yang terus mengemuka ditengah publik sebagai momentum baru memperbaiki kinerja mentri yang kurang tepat selama ini. Namun perombakan kabinet jangan hanya fokus pada mentri, tetapi juga harus mengganti direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang salah tempat. “Wrigh man in the wrong place, ini harus diperhatikan presiden. Menyelesaikan masalah bangsa ini tidak boleh parsial, harus secara kompeherensif,” ujar Direktur Eksekutif Energi Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (6/11).
Menurutnya, pergantian 3 Dirut BUMN ini harus dilakukan karena BUMN sektor energi ini adalah nyawa bangsa. Jika nyawa ini salah urus maka nasib bangsa ini akan terancam. “Jokowi harus memahami hal ini supaya tidak salah memilih orang,”pintanya.
Ferdinand menilai, posisi beberapa Dirut BUMN Energi diisi oleh orang yang salah. Hal ini menyebabkan kinerjanya tidak maksimal.
Misalnya, Dirut Pertamina Dwi Sucipto. Dwi Sucipto mempunyai kapasitas management tapi tidak mampu mengangkat performa Pertamina. Hal ini terjadi karena tidak paham tentang seluk beluk minyak dan gas.
Mestinya jelas dia, Dwi Sucipto ini lebih tepat diangkat menjadi mentri yang lebih cocok dengan kapasitasnya. Sementara Pertamina harus dipimpin oleh orang yang paham seluk beluk bisnis migas. “Dan akan lebih tepat jika Pertamina dipimpin oleh orang yang berasal dari internal,” jelasnya.















