BOGOR-Presiden Joko Widodo meminta seluruh instansi pemerintah harus bekerja keras dalam melakukan pemulihan perekonomian nasional dari dampak negatif wabah global COVID-19.
Hal ini penting guna menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia dari minus 2,19 persen menjadi tumbuh positif 5 persen pada tahun ini.
“Dalam waktu setahun kita harus membalikkan dari minus 2,19 persen menjadi plus 5 persen dan bahkan mungkin bisa lebih,” kata Presiden Joko Widodo pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).
Menurut dia, diperlukan sinergitas seluruh instansi dalam mengantisipasi berbagai dampak negatif yang disebabkan COVID-19.
Dengan begitu berbagai kondisi yang dapat menyebabkan dampak negatif ke perekonomian dapat diantisipasi dengan waktu yang relatif cepat.
“Kita harus kejar-kejaran dalam situasi seperti ini. Artinya apa, banyak peluang usaha yang terbuka dan membuka lapangan kerja,” katanya.
Adanya sinergi di atas, akan membuat investasi yang merupakan kunci dalam mendongkrak perekonomian datang ke Indonesia.
Hal ini penting, karena dalam investasi tak bisa mengandalkan satu lembaga saja yakni Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).














