YOGYAKARTA-Presiden Joko Widodo mengajak dunia internasional bersama-sama memerangi praktek pencurian ikan (illegal fishing) yang terus terjadi belakangan ini.
Pasalnya, praktek illegal fishing telah mengurangi stok ikan dunia sekitar 90,1%.
“Dampak negatif kasus pencurian ikan, tidak terbatas pada industri perikanan saja namun juga mencakup masalah lingkungan,” kata Presiden Jokowi saat membuka Pertemuan Tingkat Tinggi The 2ndInternational Symposium on Fisheries Crime, di Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta, Senin (10/10).
Saat ini kata Presiden, makin banyak negara dan institusi internasional yang menyadari bahwa kasus kejahatan pencurian ikan atau Illegal, Unregulated, and Unreported (IUU) Fishing adalah kejahatan transnasional yang dampaknya luar biasa, dan mendunia.
Dampak negatif illegal fishing sangat luas, tidak terbatas pada industri perikanan saja namun juga mencakup masalah lingkungan.
“Selain itu, illegal fishing terkait kejahatan lain, seperti penyelundupan barang dan penyelundupan narkoba dan pelanggaran terhadap peraturan perlindungan alam dan kebersihan,” tegas Presiden.
Presiden mengingatkan, IUU fishing telah berkembang dari kejahatan transnasional yang sangat serius dan terorganisir.














