JAKARTA-Setelah menjamu ratusan tukang ojek, sopir taxi dan sopir metro mini beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo kembali mengajak makan siang dan berdialog dengan para pedagang dari 19 pasar tradisional di DKI Jakarta di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/9).
Dialog yang diawali dengan makan siang bersama ini dipandu langsung oleh Kepala Staf Presiden Teten Masduki.
Teten pun mempersilahkan para pedagang untuk mencicipi masakan istana. Para pedagang pun menuju meja dan memilih menu kesukaan mereka antara lain empal gentong, soto, siaomay, gado-gado, oseng-oseng. Mereka kemudian kembali menuju meja bundar dan menyantap makan siang bersama Presiden Jokowi. “Bapak Presiden ingin istana ini terbuka untuk masyarakat luas, termasuk bapak-ibu. Dan kini kita namakan Istana Untuk Rakyat,” kata Teten disambut tepuk-tangan para pedagang.
Salah seorang pedagang, Nur Sukamto, yang sehari-hari berjualan burung di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, kemudian menyerahkan hadiah burung kenari kepada Presiden Jokowi. “Bapak Presiden, sebagai pedagang burung, hanya ini yang mampu kami berikan sebagai kenang-kenangan,” kata Sukamto.
“Terima kasih Pak. Saya memang menyukai burung kenari,” kata Presiden Jokowi sambil menyalami satu-satu pedagang yang hadir.















