Presiden mengatakan, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan investasi langsung sangat besar. Untuk pembangunan infrastruktur saja dalam lima tahun ini membutuhkan dana sebesar Rp4.900 triliun. Sementara yang bisa disiapkan oleh APBN hanya Rp1.500 triliun. “Sisanya dari mana? Ya dari investasi dunia usaha, tidak ada yang lain. Baik yang sekarang sudah dimulai, maupun yang akan dimulai,” tegasnya.
Presiden juga menyampaikan, nantinya juga akan disiapkan sekuritisasi dari investasi yang sudah dikerjakan. Bisa saja nanti akan dilepas. Sehingga peluang-peluang itu, betul-betul ada dan bisa dimanfaatkan dari uang-uang yang masuk kembali ke negara kita. “Kita butuh sekali dana itu, kita memerlukan sekali dana itu,” ujarnya.
Presiden menguraikan mengenai sejumlah proyek infrastruktur yang menjadi fokus dan prioritas pemerintah, seperti jalan tol di Jawa dan luar Jawa yang dulu banyak berhenti, mandek 8-9 tahun. “Dulu banyak yang meragukan bahwa ini hanya diomongkan, tetapi setelah satu setengah tahun ini, bahwa realisasi itu ada, pelaksanaan itu ada, orang baru yakin bahwa kita serius, kita bukan hanya serius tetapi sangat serius,” ungkap Presiden
Presiden menegaskan, pembangunan yang dilakukan sekarang ini sebuah pondasi. “Mungkin pahit di depan tetapi dirinya meyakini ini akan sangat bermanfaat 4, 5 tahun ke depan apabila semuanya selesai,” tuturnya.














