JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat terinspirasi dengan para ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang mampu menyelaraskan nilai-nilai keislaman yang universal menjadi Islam yang membumi dan menyatu dalam budaya nusantara. Sehingga yang terwujud adalah Islam Nusantara, bukan Islam di Nusantara. Islam Indonesia, bukan Islam di Indonesia. “Ini adalah sumbangan otentik yang nyata dari para ulama NU. Semangat ini harus terus dikembangkan di masa yang akan datang,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Istighotsah Menyambut Ramadhan1436 H dan Pembukaan Munas alim Ulama”, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (14/6).
Musyarawah Nasional Alim Ulama NU yang dibuka hari ini merupakan rangkaian dari Muktamar ke-33 NU pada awal Agustus mendatang di Jombang, Jawa Timur.
Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Agama Lukma Hakim Saifuddin, Menkominfo Rudiantara, Menpora Imam Nahrawai, Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki, tokoh muda NU yang juga Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, dan ribuan warga NU Jabodetabek.
Presiden berharap para ulama NU melanjutkan kembali jejak sejarahnya, mengambil bagian dalam menjawab tantangan bersama, dan menempatkan NU menjadi bagian penting dari tiang penyangga Republik Indonesia berdasarkan Pancasila.














