Bersama berbagai elemen bangsa yang lain, kata Kepala Negara, NU bisa menjadi contoh bagaimana membangun masyarakat yang damai dan rukun dalam keragaman, sehingga bangsa ini bisa menjawab tantangan kebangsaan dalam semangat persatuan Indonesia dan gotong royong.
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga berharap agar NU turun berperan aktu membantu pemerintah menjawab tantangan ke depan. Apalagi, tantangan bangsa Indonesia banyak sekali, yang kalau disebutkan tidak akan selesai dalam sehari. “Tantangan itu adalah para mafia. Saya harap NU bisa membantu melawan mereka,” pinta Presiden Jokowi.
Kepala Negara menyebutkan, setiap hari, bangsa ini berhadapan dengan mafia narkoba, mafia illegal fishing, mafia migas, dan mafia pangan yang harus bersama-sama diselesaikan oleh segenap elemen bangsa
Mengenai penetapan Hari Santri Nasional, Presiden Jokowi menegaskan akan mengikuti saran PBNU yang menetapkan hari santri pada 22 Oktober. “Jika sudah melalui musyawarah dan proses yang matang, saya minta kepada Menteri Agama agar secepatnya diproses sehingga cepat masuk ke meja saya untuk langsung saya tandatangani ketetapan hari santri tersebut,” tegas Presiden Jokowi.














