KOREA-Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Ajou University dihari terakhir kunjungannya ke Seoul, (17/5). Dalam kesempatan itu pula, Presiden Jokowi mendapatkan penghargaan dari Asia Journalist Association (AJA). Penghargaan diberikan oleh President of Journalist Association of Korea, Lee Sang-ki.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa teknologi telah membuat dunia menjadi tanpa batas dan media sosial membuat dunia berputar semakin cepat. “Pilihannya hanya ada dua, menjadi negara terbuka atau tertutup. Pikiran saya bagi Indonesia yang tepat adalah kita menjadi negara yang terbuka.”
Dalam dialognya bersama mahasiswa Ajou, Jokowi mengatakan pentingnya untuk selalu optimis melihat ke depan dan sekeliling karena di situ juga tempat belajar. “Kesulitan apapun pasti ada solusinya. Saya meyakini untuk memenangkan persaingan kita harus bekerja lebih keras dari yang lain. Belajar tidak hanya di sekolah tapi di kehidupan dan pengalaman yang sulit,” ujar Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi juga mengungkapkan selalu berbincang dengan nelayan, petani karena dari situ diketahui kesulitan yang dialami dan dari keluhan itu biasanya muncul solusi dari mereka. “Semakin banyak saya mendengar, semakin banyak pengalaman yang saya miliki. Kesulitan akan mendewasakan kita, akan memperkuat leadership kita,” pesan Presiden Jokowi.













